Wednesday, September 23, 2009

Makan Apa ya enaknya?

Beberapa hari setelah lebaran biasanya adalah saat-saat yang membingungkan buat kita. Soalnya setelah terbiasa makan makanan enak pas hari lebaran, stok makanan sudah mulai berkurang. Ibu-ibu yang mau masak juga bingung karena ga tau mo masak apa yang mudah dan enak buat  keluarganya. Masalah lain adalah lidah anggota keluarga ynag masih belum menentu akibat terlalu banyak makan makanan yang enak setelah atau pas hari lebarannya.

     Jadi masak makanan apa ya enaknya? Ga usah bingung bray, bawa aja uang yang lumayan cukup, pergi ddeh ke warung makan atau resto cepat saji terdekat. Bray bisa pilih menu apa yang sekiranya lagi diminati saat itu. Tapi kalo pergi ke fast food aja masih bingung, aku ada solusi yang lumayan simpel. Coba liat di meja makan ada sisa makanan apa. Coba bikin kombinasi yang tepat dengan makanan itu. Masih bingung juga? Beli aja mie rebus sesuai selera, ikuti instruksi masaknya, jangan lupa masuka sayuran secukupnya. Masih bingung juga? Mungkin ini adalah saat yang tepat buat kita untuk puasa lagi. Setelh dua hari memuaskan diri dengtan makanan yang lezat nan nikmat, mungkin inilah saatnya buat kita untuk mempuasakan dan membiasakan kembali pola makan kita yang sudah mulai semraut. Kita hentikan sejenak asupan lemak serta kolestrol jahat kedalam sistem kita. Kita istirahatkan kembali pencernaan kita dengan mengkonsumsi makanan yang secukupnya. Istilah kedokterannya mungkin adalah detoksifikasi.  Saatnya kita keluarkan racun-racun yang ada dalam tubuh kita agar kita menjadi lebih sehat.

    Sejatinya, saat kita puasa(dalam arti yang sebaik-baiknya puasa) tubuh kita mengalami perlambatan metabolisme dan pembakaran yang lebih. Saat kita puasa, tubuh kita membakar lebih banyak lemak tubuh yang berlebih sehingga kita biasanya merasa lebih 'gerah' atau kepanasan dibanding hari biasa. Kenaikan suhu ini juga diikuti dengan peningkatan kadar/ jumlah sel darah putih yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Jikalau kita mengalami skit saat kita berpuasa itu karena asupan makanan atau nutrisi kita terganggu. Kita cenderung makan makanan tertentu lebih banyak dibanding makanan lainnya yang dibutuhkan tubuh, sehingga badan kita mengalami ketidakseimbangan yang berakibat badan kita rentan terhadap penyakit tertentu. Kembali lagi ke topik semula, badan yang mengalami detoksifikasi akan meningkat kembali metabolismenya ketika kadar gula kembali normal. Ibarat mesin, setelah 'tune-up' badan kita pun membutuhkan waktu untuk kembali berfungsi normal kembali. Jadi seharusnya kita pun harus sedikit menyesuaikan asupan makanan kita pasca puasa. Mulai dengan memberi asupan yang seimbang dan sehat. Perbanyak asupan serat dan cairan. Hindarkan tubuh kita dari mengkonsumsi soda yang berlebih. Insya Allah, dengan cara tersebut kita bisa memperoleh hikmah dan manfaat puasa yang optimal. Selamat puasa kembali dan selamat mencoba. ^_^
Blogged with the Flock Browser

Sunday, September 20, 2009

Hari Kemenangan

         Takbir berkumandang bersahut-sahutan di sepanjang pagi ini. Orang berduyun-duyun pergi ke tanah lapang atau masjid-masjid besar untuk melaksanakan shalat Ied berjamaah. Beberapa puluh menit kemudian, mereka pun berhamburan keluar, saling bersalaman dan bermaafan ketika mereka berpapasan dengan mereka. Ada kesamaan di wajah mereka. Mereka begitu ceria dan bahagia. Mereka menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita. Tapi, setelah itu apa?

         Apa sih sebenarnya hari kemenangan itu? Cukupkah hanya dengan bergembira menyambut Iedul Fitri? Atau dengan mengenakan pakaian baru dan hidangan-hidangan yang lezat di meja makan kita? Mempersilahkan tamu-tamu yang berkunjung untuk menikmati sajian yang telah kita siapkan semata-mata untuk hari yangspesial ini? Tampaknya tak banyak orang yang begitu peduli apakah kita bisa benar-benar mendapatkan kemulian di hari kemenangan ini. Hampir semuanya menjadi kabur. Apakah inti hari kemenangan kita hari ini? Tidak ada yang tahu secara persis. Tetapi jika kita mau sedikit saja melihat kebelakang, tentang apa yang telah kita lakukan selama 29-30 hari kebelakang, ada sesuatu yang seharusnya bisa kita pelajari. Di awal-awal bulan puasa, kita telah menyambut puasa dengan begitu meriah. Saking meriahnya sehingga kita tidak sadar telah mengeluarkan banyak enerji dan uang yang seharusnya tidak perlu. Kita mendadak menjadi manusia pemboros, hanya karena ingin memuaskan diri kita ketika berbuka. Apakah itu tujuan kita berpuasa? Sepertinya bukan. Bukankah kita dijarkan berpuasa agar kita bisa merasakan apa yang saudara kita rasakan kala mereka tak mampu. Apa yang telah kita lakukan malah sebaliknya. Kita malah berusaha berfoya-foya dengan apa yang kita miliki. Kita seharusnya menahan nafsu kita, tidak hanya nafsu makan dan minum serta nafsu sexual saja selain nafsu menahan amarah tentunya, tetapi kita tidak mampu menahan nafsu untuk memuaskan diri kita dengan apa yang kita lewatkan disiang hari. Jadi apalah guna kita berpuasa jika kita masih saja menempatkan diri kita di atas orang-orang yang seharusnya kita ambil pelajaran daripadanya. Seharusnya kita malu. Malu karena kita tidak mencapai apa yang menjadi target Al Quran isyaratkan kepada kita ketika kita diwajibkan untuk berpuasa.

         Namun yang sudah terjadi, sudahlah. Kita masih punya masa depan di depan kita. Kita masih sempat untuk memperbaiki diri kita. Mudah-mudahan kita masih diberi umur yang panjang untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan tahun ini, yang seharusnya kita pelajari dari ibadah kita tahun ini. Mari kita menyambut Iedul Fitri ini dengan visi yang lebih baik lagi. Instropeksi apa yang telah kita lakukan. Mari kita lakukan apa yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan. Semoga Allah SWT berkenan mengabulkan doa-doa dan harapan kita, Amieeeennn...

Blogged with the Flock Browser