Tuesday, August 25, 2009

Renungan Ramadhan

Dalam Buku 7 Laws of Happiness, (Kaifa, 2008), Arvan Pradiansyah menulis sebagai berikut:
Sabar, sering disalahtafsirkan menjadi tidak berbuat apa-apa. Sabar sering diwujudkan dalam sikap berdiam diri, berpangku tangan, tidak melakukan usaha apa pun dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Kalau demikian, sabar adalah sesuatu yang berbahaya dan sangat menyesatkan.

Berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa bukanlah sebuah bentuk kesabaran. Berpangku tangan tidaklah akan menghasilkan perubahan apapun. Padahal, kesabaran adalah sesuatu yang pasti akan mendatangkan perubahan.

Sabar, tidak sama dengan pasrah. Kalau seseorang sudah melakukan sesuatu kemudian tidak berhasil, bukanlah menjadi alasan baginya memilih bersikap pasrah. Bagi orang-orang sabar, perubahan hanyalah persoalan waktu.

Bayangkan apa yang terjadi pada Kolonel Sanders ketika ia harus menawarkan resep ayam gorengnya ke restoran-restoran di Amerika. Bagaimana perasaan Sanders begitu ia mendapatkan penolakan. Bahkan konon, Sanders mengalami penolakan ini sampai lebih dari seratus kali! Jadi, apakah Anda dapat membayangkan sesabar apakah Sanders sehingga ia sekarang ini dikenal dengan resep fried chicken yang ada di seluruh penjuru dunia? Bayangkan kualitas mental apakah yang ia miliki sampai ia mampu menaklukkan berbagai perasaan kecewa yang ia derita karena penolakan-penolakan tersebut. Dengan kesabarannya itu, Sanders mampu belajar dari kegagalannya dan menciptakan cara-cara yang berbeda sampai akhirnya mampu meyakinkan seorang pemilik restoran untuk menjual resep ayam gorengnya.

Bagi orang sabar,
Tak ada kata tak bisa
Tak ada kata tak mungkin
Segala sesuatu selalu mungkin untuk dilakukan
Keberhasilan hanyalah masalah waktu

Ingatlah, bahwa sabar adalah kata kerja aktif, bukan pasif.

Tentang sabar, dalam Al-Quran Surat Huud ayat 49 diterangkan:
"Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

Juga disebut dalam surat Al-Ma'arij ayat 5: "Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik."

Bagaimana contoh bentuk sabar yang baik itu?
Dalam Ringkasan Shahih Al-Bukhari (Mizan, 2008) disebutkan: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. pernah bersabda. " Dan apabila seorang memaki atau mengajak berkelahi, katakan padanya, 'Aku sedang berpuasa'."

Begitulah sebuah bentuk sabar yang baik. Sabar yang dilakukan ketika seseorang berpuasa.
Alhamdulillah, puasa Ramadhan memberi tempat yang panjang sebulan penuh bagi kita untuk melatih kesabaran yang baik.[]
Diambil dari catatan penerbit mizan

Monday, August 24, 2009

Dusta Outih-White Lies: Should we lie?

Kejujuran adalah sebuah kesaktian,
yang tidak bisa menetap dalam diri yang tidak kuat.

Sehingga, jika Anda ingin menjadi pribadi yang sakti dalam kehidupan yang modern ini, ikhlaskanlah diri Anda untuk setia kepada kebaikan.
Kejujuran adalah kesetiaan kepada kebaikan.
Maka, sebagai pribadi yang jujur, anjurannya kepada kita – Anda dan saya, adalah berpikirlah jujur, rasakanlah yang jujur, dan bertindaklah yang jujur.
Ingatlah selalu, bahwa
Dusta selalu melukai, walaupun dilakukan untuk kebaikan.
Jika tidak melukai yang berdusta, ia akan melukai penerima dusta, atau melukai yang menyaksikan.
Karena sebetulnya,
Berdusta adalah tindakan mencabik kulit wajah,
dan mandi lumpur kotor yang meredupkan cahaya hati.

Dan bagi dia yang sedang hidup dalam kesalahan, dia harus memperbaiki yang diyakininya.
Ingatlah bahwa
Semua kesalahan dilakukan dengan keyakinan bahwa yang dilakukannya itu benar.
Tetapi, jika yang diyakininya itu benar, mengapakah hidupnya penuh dengan kesalahan yang melemahkannya? Dan kepada dia yang belum ramah kepada kejujuran, inilah anjuran Anda kepadanya:
Maka terimalah ini sebagai penyelamat bagi yang kau yakini, bahwa
Kejujuran adalah ketepatan.
Pribadi yang jujur telah menghadap ke arah yang tepat.
Saat dia menolak berpikir, bersikap, dan berlaku tidak jujur – dia sudah berada dalam perjalanan yang tepat.
Dengannya, orang yang jujur hidup dalam ketepatan.
Dan yang tidak jujur, hidupnya salah.

Maka berlakulah jujur.
Jadilah orang yang baik.
Agar mudah bagimu untuk hidup dalam kebaikan.
Apakah yang kau harapkan akan kau dapat dari sedikit keburukan yang masih kau pertahankan itu? Maka,

Jadilah pribadi yang bersih.

Bersihkanlah pikiranmu.
Bersihkanlah hatimu.
Bersihkanlah perilakumu

Hanya dengannya engkau akan membersihkan kehidupanmu
Hanya dengan demikian hidupmu akan menjadi indah

Apakah engkau tidak merindukan keindahan bagi hidupmu?

Bukankah engkau sebetulnya telah letih karena tawar menawar dengan kebaikan yang hanya menjadikanmu pribadi yang tidak damai?

Bukankah ada suara kecil di celah-celah hatimu yang setia mengingatkanmu bahwa engkau berperan bagi kelahiran masalah-masalahmu sendiri?

Mengapakah engkau masih bertahan melakukan yang telah kau ketahui tidak akan memuliakanmu?
Maka tetapkanlah ini sebagai pengetahuanmu, bahwa
Kebaikan itu jernih dan ada.
Dan kejujuran adalah kesetiaan kepada kebaikan.
Jika engkau telah menerima keberadaan kebaikan,
tetapi menolak menggunakannya sebagai pembangun
istana kehidupanmu,
engkau akan dibiarkan melaju dalam jalanmu,
yang kemudian terbukti bukan sebuah jalan.
Bukankah telah sering engkau berlaku seperti orang yang berjalan wajar
menabrak dinding kaca yang tebal beningnya?
Dan dari semua hal yang mencandui dan merusak kebaikanmu,
kebohongan adalah yang terkuat.
Seseorang yang kecanduan berbohong,
akan bahkan berupaya membohongi Tuhan.
Dan ketahuilah bahwa dusta selalu melukai,
walaupun dilakukan untuk kebaikan.
Jika tidak melukai yang berdusta, ia akan melukai
penerima dusta, atau melukai yang menyaksikan.
Sahabat-sahabat saya yang mulia hatinya,
Marilah kita menjadi pribadi yang berpikir baik, bersikap baik, dan berlaku baik -
agar lebih banyak lagi orang yang tertarik untuk menjadi pribadi-pribadi
yang memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan.
Marilah kita menjadi contoh dari perubahan yang selama ini kita harapkan terjadi di lingkungan kita.
Mudah-mudahan Ramadhan yang suci ini menjadi pemulia bagi jiwa-jiwa yang menjadi lebih penurut kepada harapan-harapan Tuhan.
Dan itu berlaku bagi semua dari kita, baik yang melaksanakan ibadah puasa atau yang tidak.
Jika kita ingin Tuhan menuruti permintaan-permintaan kita, cobalah untuk menjadi lebih penurut kepada Tuhan.
Marilah kita berlaku saling mengasihi dan menyayangi kepada satu sama lain.
Salam sayang untuk keluarga Anda tercinta dari Ibu Linna dan saya.

Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-814-2080 | For The Happiness Of Others | Jakarta